Berbeda, Guyub, dan Bersatu


“Bukan hanya mengisi acara atau datang untuk menonton, tetapi kita semua harus paham dan mengerti arti dari sebuah perdamaian tersebut,” pungkas Tomi Kurniawan selaku Ketua Komunitas Beriginrimbun, Rabu (14/09).
          Bertepatan dengan peringatan Hari Perdamaian Internasional yang jatuh pada tanggal 22 September yang akan datang, Jogja Peace Parade (JPP) kembali mengadakan acara tahunannya dengan tema “Building Bridge For Peace”. “Ini adalah acara kedua kalinya kami selenggarakan, sekaligus untuk memperingati hari perdamaian nanti,” ujar Koordinator Umum acara tersebut.
          Acara ini digelar di Republik Guyub, Jalan Tantular No. 397, Yogyakarta, berlangsung dengan penuh sukacita. Kegiatan tersebut juga meliputi berbagai komunitas, antara lain: Dig Shine, Unstrat, TMH, dan Beringinrimbun. Beringinrimbun yang diundang sebagai pengisi acara turut memeriahkan jalannya kegiatan pada malam tersebut. Pada kesempatan kali ini, konsep pementasan yang akan ditampilkan oleh Beringinrimbun adalah kolaborasi antara musik, seni tari, teater, dan pembacaan puisi. “Dengan merespon dari tema perdamaian kami membuat konsep yang bertajuk kolaborasi antara seni dan sastra, ditambah alunan musik yang akan membuat suasana semakin indah dan harmonis,” tukas Ketua Beringinrimbun itu dengan tersenyum.
          Di sisi lain Tomi menambahkan bahwa, pesan yang nantinya akan ditampilkan lewat penampilan Beringinrimbun merupakan sikap saling menghargai di antara perbedaan yang kita miliki untuk terus bersatu menciptakan kedamaian di lingkungan sekitar kita. Seperti halnya dengan “Bhineka Tunggal Ika”.

Penulis dan Reportase: Ludgeryus Angger Prapaska
         
         


Post a Comment

2 Comments