Terkadang
aku ingin meneteskan kepedihan
ditemani getaran pita suaraku
Agar mereka tahu lukaku bernanah
lebih dalam dari tatapan mata menusuk
Aku ingin merengekkan egoku
Agar mereka sadar
aku buas, lebih liar dari mata penelusup
lekuk-lekuk tubuh perawan
Namun lagi-lagi aku kecil hati
Bahkan pada kekasih, kataku terhenti
Aku diam saja
menjahit bibirku rapat-rapat
menjahit bibirku rapat-rapat
Menyulamnya menjadi serupa telinga
sehingga ia ada lima
sehingga ia ada lima
Menikmati saja mata manusia hakim keadaan
Mendengar saja hati manusia penjarah perhatian
Membaca saja bibir manusia pengeluh kehidupan
yang tak mampu membayar harga sebuah setia
saat hati terasa teriris
di sebuah ruangan yang ingin aku tinggalkan
kabrinarian
kotagudeg 01.12.15

4 Comments
Saya jadi ingin ikut-ikutan cemburu setelah membaca ini. Ehehehehe, keren!
ReplyDeletejangen endi =D makasih yaa..
DeleteEhehehe kenapa?
ReplyDeleteSip :)
This comment has been removed by the author.
ReplyDelete