![]() |
| Personel Band Deathgang. Dok. Pribadi |
Siapa milenial yang belum mengenal genre musik rock
stoner? Nama-nama familiar
seperti Black Sabbath,
Sleep, Red Fang, dan Fu Manchu begitu
digemari anak muda zaman sekarang. Sebenarnya, band-band beraliran rock
stoner sudah
mulai tenar sejak tahun 90-an. Kini, dandanan ala rock stoner,
mulai dari rambut gondrong, kaus band, hingga celana cut
bray hidup kembali.
Musik rock stoner telah menjamur di kampus-kampus. Banyak band beraliran
rock stoner lahir di antara mahasiswa zaman sekarang, salah satunya adalah Deathgang. Band ini didirikan oleh anak-anak muda
Program Studi Sastra Inggris, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Berawal dari kumpulan mahasiswa yang suka nongkrong
di Kopma Sastra, saat
ini Deathgang mulai tumbuh dengan rimbun. Salah satu pendirinya, Bonifasius Bagas Kodrat, vokalis band ini.
Magot, begitu panggilan akrabnya, sering membahas band psychedelic
rock hingga rock stoner bersama
teman-temannya. Merekapun sepakat untuk memulai perjalanan sebagai
band dengan nama Deathgang. Band
dengan nama yang terdengar cadas ini
ternyata mempunyai
pengalaman yang menarik.
Pada
bulan Agustus 2018, digelar acara panggung donasi untuk korban bencana gempa di Lombok. Acara tersebut diselenggarakan di Panggung Realino, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Deathgang yang belum lama
berdiri diberi tawaran untuk mengisi di acara tersebut.
“Wah,
band rock stoner disuruh mengisi acara donasi? Gila benar! Entar
orang-orang pada kaget nggak ya?” celetuk Magot sambil tertawa saat diwawancarai
di Kopma Sastra, Kamis (22/11/2018). Setelah
berdiskusi, ia dan teman-temannya sepakat untuk meneriwa tawaran itu. Mereka kemudian
berprinsip bahwa band cadas juga peduli kemanusiaan. “Halah-halah,
sok-sokan banget kanca-kancaku ki, tapi ya slogannya menarik juga sih,”
tambahnya
tertawa
lagi.
Magot
mengakui jantungnya berdetak kencang saat mengisi acara
panggung donasi. Hal
itu karena mengisi acara donasi adalah pengalaman pertama bagi mereka. Selama pertunjukan, Magot berpikir band ini akan mendapatkan respons yang negatif. Namun, apa yang terjadi justru sebaliknya. Para penonton yang menyaksikan Deathgang bertepuk tangan dengan meriah. Magot sangat kaget dengan
respon penonton. “Ini amazing,” katanya.
Respons
tersebut membuat Magot
dan kawan-kawannya bersemangat
dan melanjutkan penampilan mereka dengan penuh percaya diri.
“Pengalaman
ini bisa jadi cerita untuk anak-anakku jika mau jadi penyanyi rock star,” kata Magot
spontan. Ia mengungkapkan
bahwa band rock stoner juga peduli
dengan kemanusiaan. “Sekecil atau sebesar apapun acaranya, jika itu untuk acara
kemanusiaan,
hukumnya halal!” tegasnya.
Penulis : Petrus Damianus Arditho
Editor :
Kabrina Rian Ferdiani

0 Comments