Seutas Tali

 

Seutas tali tersangkut di atap
dekat jendela kamarku.
          layang-layang putih bergaris merah;
          tuannya yang abadi, hilang entah
          ke mana.

Seutas tali terayun-ayun terkena
angin dekat jendela
kamarku.
          layang-layang putih bergaris merah
          diperebutkan segerombol anak yang kini entah
          ke mana.

Seutas tali melamun sendiri
dekat jendela kamarku.
          layang-layang putih bergaris merah
          dibawa angin entah
          ke mana.

Seutas tali berkutat ingin lepas dari atap
dekat jendela
kamarku.
          lalu pergi mencari
          layang-layang putih bergaris merah;
          tuannya yang abadi,
          yang entah
          ke mana.


Brig, Yogyakarta 2015







Post a Comment

1 Comments

  1. Puisi ini memiliki kekuatan pada siasat penulis dalam menampilkan gaya bahasa repetisi. Terdapat pengulangan demi pengulangan dalam tiap bait, dari awal hingga akhir: "Seutas tali...", "dekat jendela kamarku", dan "...entah ke mana". Repetisi ini tentu digunakan penulis untuk memberikan penekanan pada hal-hal tersebut supaya memudahkan pembaca untuk menebak makna puisi secara utuh.

    ReplyDelete