![]() |
| Festival Film Dokumenter (FFD) tahun 2018. (Dok. FFD) |
Film dokumenter yang berjudul L'Opéra diputar dalam acara Festival Film
Dokumenter (FFD) di Amphitheatre Taman Budaya Yogyakarta pada Selasa
(11/12/2018). Pemutaran film ini merupakan salah satu dari rangkaian acara FFD
yang berlangsung selama 5-12 Desember 2018.
FFD
merupakan festival film dokumenter pertama di Indonesia dan Asia Tenggara.
Festival yang diadakan setiap tahun pada bulan Desember ini berfokus pada
perkembangan film dokumenter sebagai media ekspresi dan sarana pengetahuan
melalui pameran, edukasi, dan pengarsipan. Diadakan pertama kali pada tahun
2002 oleh Forum Film Dokumenter, FFD selalu berusaha mengangkat isu-isu sosial
tertentu sebagai fokusnya.
Pada
tahun ke-17 ini FFD memiliki beberapa agenda utama dalam rangkaian acaranya. “Ada pemutaran film, ada
diskusi, ada kelas kritik. Untuk kelas kritik itu jadi beberapa peserta
diundang, tidak hanya dari Indonesia tapi juga dari negara lain misalkan dari
Jepang,” ungkap Theo, salah
satu volunteer FFD.
Ditemui
oleh redaksi beringinrimbun, Theo
juga menjelaskan mengenai diskusi film yang dihadiri oleh beberapa filmmaker. “Diskusinya juga tidak semua filmmaker datang ke sini, tapi ada yang
lewat skype. Diskusi dilakukan di venue IFI-LIP,” ujarnya.
Pemutaran
film FFD pada tahun ini dibagi menjadi tiga
belas program. Film L'Opéra
termasuk dalam program “Spektrum” yang hadir sebagai
respon atas berbagai perkembangan bentuk dalam ranah dokumenter. Program ini merupakan apresiasi buah
eksplorasi atas sinema dokumenter dunia. Mengambil latar belakang Opera
Bastille, film berdurasi 110 menit ini mendokumentasikan cerita di balik layar
salah satu institusi seni terkemuka di dunia. Seluruh rangkaian acara FFD 2018
akan ditutup dengan acara Closing Night
pada Rabu (12/12/2018) di Societet Militair Taman Budaya Yogyakarta.
Penulis :
Ruth Damaris Susanto
Reportase bersama:
Veronica Kristiani Larasati
Editor : Kabrina Rian

0 Comments