Berawal dari Hobi, lalu Berbuah Hasil

Foto: Dok. Maria Novenia

Meniti karier di dunia olahraga tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Yohana Putri Damayanti (21) harus pandai membagi waktu antara tanggung jawab akademik dengan kariernya sebagai atlet voli. Gadis kelahiran Sleman ini telah menekuni voli sebagai hobinya selama lebih dari 15 tahun. Hobinya itu telah membuahkan hasil. Ia berkesempatan mewakili Yogyakarta dalam acara Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau, Sumatra Barat.
Tahun 2012 lalu, Riau menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON). Yohana tidak menyangka akan diminta untuk mewakili Yogyakarta dalam turnamen tingkat nasional itu. Perasaan bangga dan takut berkecamuk di dalam hatinya. Dari terbitnya fajar hingga senja tiba, ia terus berlatih mempersiapkan diri. Meskipun kalah, Yohana tidak putus asa. Pengalaman bertanding di tingkat nasional itu tidak akan terlupakan olehnya. Apalagi saat itu ia masih duduk di kelas XI SMA.
Gadis kelahiran 27 Januari 1996 ini sudah memperlihatkan bakatnya di bidang olahraga sejak kelas 4 SD. Sejak saat itu pula, ia mulai menapaki kariernya sebagai atlet. Yohana bercerita jika hobi dan bakat volinya itu tidak semata-mata berasal dari dirinya sendiri. “Awalnya bukan karena aku sendiri, tapi karena diarahkan orang tua sejak SD kelas 4,kisahnya.
Memiliki badan yang cukup besar seperti atlet pria tidak membuat ia minder. Ia justru tampil lebih percaya diri ketika bergaul dengan teman sebayanya. Kepercayaan diri itu pun membawa Yohana menjuarai beberapa lomba di tingkat sekolah sampai tingkat nasional. Dengan mengantongi banyak prestasi di bidang olahraga, tak lantas membuat Yohana besar kepala. Ia masih menjadi anak yang senang bergaul.
Lebih dari tiga kota dan kabupaten pernah ia datangi dalam rangka turnamen voli tingkat kota. “Udah dari Bali, Tegal, Pacitan, Solo, Sragen, Semarang, Kendal, Bandung, dan lain-lain,” ujar Yohana saat diwawancarai.
Hidup itu harus seimbang, begitu pula dengan Yohana yang harus berjuang keras untuk mempertahankan prestasi akademik dan non akademik. Segala usaha dan doa ia lakukan agar diberikan kemudahan untuk menyeimbangkan prestasinya.
“Aku cuma ngikutin waktunya aja. Waktu kuliah ya kuliah, kalo bisa latihan ya latihan. Kalo misalkan ada acara keluar kota, harus tetep izin sih. Cuma ya paling capeknya sih,” ungkap mahasiswi Manajemen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta ini.
Ketika ditanya mengapa memilih Program Studi Manajemen daripada Program Studi Olahraga, Yohana menjawab,Karena lihat ke depannya sih, soalnya lihat peluang kerja di olahraga sekarang. Misalnya temen-temenku yang di olahraga, misalkan ya, temenku tu ada yang lulusan tahun berapa ya? 2014 apa ya? Sampai sekarang pun belum dapat pekerjaan. Jadi aku pengennya dapet kerjaan yang pasti.”
Menginjak semester tujuh, Yohana kewalahan membagi waktu antara kuliah dan voli. Saat ini, ia sedang sibuk membuat proposal skripsi sehingga mulai mengurangi waktu untuk berlatih voli. Meskipun begitu, ia selalu ada untuk voli. “Kalo voli sih, itu mesti ngikutin aku sih ya, jadi aku selalu ada lah gitu.”
Setelah lulus kuliah, Yohana berencana akan bekerja di perusahaan yang sudah merekrutnya. Voli tetap ia tekuni selagi bekerja, karena voli yang selama ini menemani dan membuat dirinya menjadi atlet.

Penulis : Maria Novenia
Editor  : Kabrina Rian

Post a Comment

0 Comments