![]() |
Area
photo boot LOGOLEPSY English Department Student Association FBS UNY di Pendopo Tejokusumo,
Minggu (28/10/2018). Foto: Dokumentasi Agustina Winda
|
Yogyakarta – Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa Nasional, English
Department Student Association (EDSA) Fakultas Bahasa dan Seni Universitas
Negeri Yogyakarta (FBS UNY) menyelengarakan LOGOLEPSY di Pendopo Tejokusumo FBS
UNY pada Minggu (28/10/2018).
LOGOLEPSY merupakan nama dari pagelaran pentas dan
diskusi yang rutin diadakan oleh EDSA FBS UNY setiap tahun. Berdasarkan
informasi yang diberikan Puspita Piter, Sekretaris LOGOLEPSY, setiap tahun LOGOLEPSY
mengambil salah satu karya sastra dari penulis terkenal Inggris yang berasal
dari berbagai era untuk dipentaskan.
Tahun ini, LOGOLEPSY mengambil tema “An Anomaly of Lustin
in 80s American Literature”, dengan pementasan yang didasarkan pada naskah
drama Angels in America: Fantasi Gay pada Tema Nasional karya
dramawan Amerika, Tony Khusner. Angel in
America dipilih karena cerita dari karya tersebut memiliki topik yang masih hangat. Drama ini
menceritakan berbagai problematika kehidupan yang dialami pasangan Joe dan
Harper. Harper memiliki masalah dengan sindrom kecemasan. Ada juga tokoh lain,
yakni Prior dan Louis yang merupakan pasangan homoseksual.
LOGOLEPSY tahun ini dimulai pada pukul 19:00 - 22:30 WIB. Pagelaran diawali
dengan penampilan band akustik, dilanjutkan dengan diskusi, kemudian diakhiri
dengan pementasan drama Angel in American.
Maria Yudithia dan Eko Rujito Dwi Atmojo, S.S., M.Hum. merupakan dua pembicara yang mengisi diskusi umum. Mereka mengutarakan
hasil analisis dan pendapatnya terhadap naskah drama Angels in America. Kedua pembicara tersebut beranggapan bahwa meskipun
pembuatan drama tersebut didasarkan pada fantasi sang penulis, latar belakang
cerita sangat dipengaruhi oleh kehidupan Tony Khusner. Ia adalah pelopor gay yang hidup pada tahun 1980-an.
“Kruser juga ingin speak
up bahwa ada kesalahan tentang konsep homo. Jadi, pada tahun itu,
keberadaan AIDS pasti dihungkan dengan hubungan laki-laki dengan laki-laki dan
perempuan dengan perempuan. Padahal tidak seperti itu”, jelas Maria.
Selain itu, kedua pembicara juga berpendapat bahwa
meskipun fokus utama dalam cerita adalah kehidupan seorang homoseksual, tetapi
tujuan maupun tema drama ini tidak berkaitan dengan homoseksual. Hal tersebut sesuai
dengan apa yang disampaikan oleh Eko Rujitio “Menurut saya, homoseksual
bukanlah tema dari drama ini, drama ini terlalu kompleks untuk direduksi
menjadi tema homoseksual. This is a
coplexes of issue using a character who happens to be a homosexsual”,
jelasnya. Menurutnya, drama tersebut ingin membahas permasalahan-permasalahan yang ada dalam
masyarakat dengan menggunakan tokoh seorang homoseksual yang pada masa itu
dianggap sebagai suatu kesalahan.
Pementasan naskah drama Angel in America dipernakan oleh Arlita sebagai Harper, Lilo
sebagai Joe, Alfat sebagai Priro, Fahrizal sebagai Louis, Zahra sebagai Angel,
dan Fathur sebagai Belize. Dengan menggunakan konsep tata panggung rotating serta ditambah dengan permainan
lighting, pementasan ini sangat memukau penonton yang hadir.
Penulis:
Agustina Winda
Reporter:
Agustina Winda
Editor:
Kabrina Rian


0 Comments