![]() |
| Poster: animasiclub /instagram |
Animasi Club adalah sebuah komunitas yang memiliki kegiatan nonton dan diskusi film-film animasi. Pada kesempatan kali ini (27/10), dalam rangka memeriahkan hari jadi CRAFT Anim Fest yang pertama, Animasi Club mengadakan nonton dan diskusi film-film animasi dari para peraih juara CRAFT edisi pertama yang dibungkus dengan tema Best of The Best CRAFT. Craft International Animation Festival sendiri adalah sebuah festival yang diselenggarakan sebagai wadah apresiasi untuk para animator film animasi. Craft International Animation Festival pertama kali diselenggarakan pada tahun 2017 lalu. Pada tahun pertamanya, Craft International Animation Festival ini diikuti oleh 115 film dari 46 negara di dunia.
Total film animasi yang
diputar pada acara kali ini adalah sembilan film dengan judul : The Blue Baby (Thailand), Strange Case (Polandia), Tango (Brazil), My Live I Don’t Want (Myanmar), Nighthawk
(Slovenia dan Kroasia), Farewell (Slovenia),
In The Crosshairs (Iran), From The Same Thread (Spanyol), dan Wind Whisper (China). Dari sembilan film
tersebut, masing-masing film memiliki ide cerita dan teknik pembuatan yang
berbeda, tetapi tetap berbasis kerajinan tangan. Meski begitu, film-film
animasi ini tetap memiliki keunikannya masing-masing. Seperti pada film
berjudul Tango dari Brazil, gambar
pada film ini dibuat menggunakan teknik cut-out
tradisional seperti wayang yang ada di Indonesia.
Acara yang diikuti oleh
86 peserta ini berlangsung pada pukul 19.30-21.30. Tak hanya menonton, para
peserta juga diajak berdiskusi tentang ide cerita dan teknik pembuatan film
animasi secara tradisional. Salah satunya Lida (21) yang mengutarakan
pendapatnya jika menonton ulang film yang sama, “awalnya, pas pertama kali
nonton film yang judulnya The Blue Baby,
aku kira dia cuma cari perhatian doang karena gak diperhatiin sama keluarganya.
Kemudian, ketika dia melakukan hal yang aneh gitu, terus temen-temennya ikutan,
akhirnya dia punya temen. Awalnya mikir gitu, tapi setelah ditonton lagi, jadi ada
perubahan cara pandang. Ternyata di film itu banyak menggunakan metafora, simbol-simbol
dan pada film The Blue Baby ini
ternyata pesannya deep banget, dari
animasi yang begitu sederhana, dia menceritakan pengalaman seseorang akan
depresi”.
![]() |
| Foto: animasiclub /instagram |
Acara yang berlangsung di
Yogyatorium ini dibagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama, terdapat lima film
animasi yang diputar dan dilanjutkan dengan break
berupa diskusi film atau mengulas ide cerita dan teknik pembuatan film. Pada
saat break, para peserta disuguhkan camilan
ringan dan air minum sebagai bentuk terima kasih karena sudah hadir dalam acara
ini. Kemudian, sesi kedua dilanjutkan dengan pemutaran empat film berikutnya dan
disusul dengan diskusi singkat. Tidak hanya itu, acara ini juga memberi buah
tangan untuk penonton pilihan dengan hasil ulasan yang paling menarik.
Pada sesi break atau diskusi, CRAFT Anim Fest dan
Animasi Club memberikan pengetahuan kepada penonton tentang teknik pembuatan dari
lima film. Animasi yang diputar pada sesi pertama. Film The Blue Baby (Thailand) dan My
Live I Don’t Want (Myanmar) menggunakan teknik digital drawing, lalu film Strange
Case (Polandia) menggunakan teknik rotoscope
dengan media painting on paper, selanjutnya
film Tango (Brazil) dan Nighthawk (Slovenia dan Kroasia)
menggunakan teknik traditional cut-out, hanya saja pada film Nighthawk objeknya berupa boneka puppet.
CRAFT Anim Fest dan
Animasi Club secara hangat mengajak diskusi pada sesi break karena mereka ingin mendengar bagaimana kesan dan pesan (ulasan)
dari para penonton yang hadir. Mereka mengatakan bahwa ulasan yang diutarakan
oleh penonton akan disampaikan langsung kepada film maker atau pembuat film. Ulasan dari penonton sangat penting
bagi CRAFT Anim Fest dan Animasi Club karena hal itu adalah sebuah bentuk
apresiasi yang mudah namun berkesan bagi para pembuat film.
Di kesempatan ini pula, CRAFT Anim Fest dan Animasi Club tak lupa mengajak para penonton untuk ikut serta dalam mewujudkan cita-cita “bioskop keliling” yang rencananya akan menghibur anak-anak di seluruh pelosok Inonesia. Mereka berharap dukungan dari teman-teman penonton mampu membawa mereka ke titik cita-cita yang ingin dicapai. Tak hanya itu, CRAFT Anim Fest juga mengajak kita untuk ikut serta dalam memeriahkan acara Craft International Animation Festival edisi kedua pada tahun depan. Kita diajak sebagai peserta festival jika memiliki karya berupa film animasi yang dibuat dengan teknik tradisional atau berbasis handcraft, atau sebagai penonton jika kita belum memiliki atau belum berani mengirimkan karya kita.
Di kesempatan ini pula, CRAFT Anim Fest dan Animasi Club tak lupa mengajak para penonton untuk ikut serta dalam mewujudkan cita-cita “bioskop keliling” yang rencananya akan menghibur anak-anak di seluruh pelosok Inonesia. Mereka berharap dukungan dari teman-teman penonton mampu membawa mereka ke titik cita-cita yang ingin dicapai. Tak hanya itu, CRAFT Anim Fest juga mengajak kita untuk ikut serta dalam memeriahkan acara Craft International Animation Festival edisi kedua pada tahun depan. Kita diajak sebagai peserta festival jika memiliki karya berupa film animasi yang dibuat dengan teknik tradisional atau berbasis handcraft, atau sebagai penonton jika kita belum memiliki atau belum berani mengirimkan karya kita.
Kontributor/penulis: Yupita Selfira Dewi
Editor: Nisya Ariesta
Editor: Nisya Ariesta


0 Comments