Menilik Penyadaran Lewat Seni

Salah satu penampilan dari Komunitas Mata Langit, yang diadakan di Pustaka Desa, Wukirsari, Imogiri, Bantul. (Dok. Seco)


Rabu (21/09), malam pertunjukan seni yang diselenggarakan di Pustaka Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul, berjalan dengan penuh kehangatan. Acara yang bertajuk “Menggelinding” tersebut, merupakan kegiatan untuk saling berkumpul dan berekspresi, dalam ragam kesenian dan sastra. “Kita semua di sini saling menyambung rasa untuk membangun tali persaudaraan dalam satu pohon seni,” pungkas Laksmi Shitaresmi selaku koordinator acara tersebut.
Acara tersebut diisi dan dihadiri oleh berbagai komunitas serta para seniman, antara lain: Sanggar Anak Jaman, Beringinrimun, Bunda Kata, Ndruwo Art Space, Sastra Roepa, Sasono Hinggil, Mata Langit, Laksmi Shitaresmi, Fadil Abdi, Nanik Tanjung, Paksi, dan Putu Wijaya Sutarno. “Banyak teman-teman komunitas dan seniman-seniman yang datang dalam acara ini, selain hadir mereka juga turut mengisi acara pada pementasan seni tersebut,” ujar wanita yang kerap disapa dengan panggilan Laksmi ini. 

Pembacaan puisi oleh Endy dari
 Komunitas Beringinrimbun. (Dok. Gery)
 “Ini adalah acara pertama kalinya kita buat, berawal dari diskusi ringan hingga akhirnya kita semua serentak membuat acara seni seperti sekarang ini,” jelas koordinator acara itu. “Dalam kurun waktu dua hari ini, kita semua semangat dan antusias agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan maksimal, juga membuahkan hasil yang positif untuk kita semua,” tambahnya. 

Selain itu, Laksmi menyampaikan bahwa, pesan yang akan disalurkan dalam kegiatan ini adalah, kita semua mendapatkan nilai pencerahan dan penyadaran. Sebagai pelaku seniman kita tidak hanya memandang dari segi materialisnya saja, namun juga memberikan nilai rasa yang positif melalui proses penyadaran. Kita semua juga memahami, ternyata lewat seni dapat menjadikan sesuatu yang luar biasa, berguna, dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Penulis dan Reportase: Ludgeryus Angger Prapaska

Post a Comment

0 Comments