“Proses rasionalisasi dari atas mencapai kesadaran
teknokratis dan pada tahap inilah ilmu dan teknologi berfungsi sebagai ideologi
dan hanya dalam rasionalisasi”(Jürgen Habermas)
Manusia
pada hakikatnya tidak dapat disebut sebagai makhluk individual (hidup sendiri
tanpa bantuan orang lain). Secara umum manusia adalah makhluk sosial yang
saling membutuhkan satu sama lain, lewat proses kehidupan untuk mencapai tujuan
bersama. Di sisi lain muncul keberagaman dan perbedaan antar sesama umat
manusia, merupakan bagian multikulturalisme dari setiap kekayaan untuk saling menjaga, toleran, menghargai,
dan menghormati. Selain sikap tersebut mempersatukan dan menyamakan setiap
keberagaman adalah arti dari solidaritas, yang mana sangat dibutuhkan demi
tercapainya kehidupan yang lebih harmonis. Dari penjabaran yang telah
dijelaskan mengenai hidup bermasyarakat, juga tidak luput dari faktor relasi
dengan masyarakat sekitar. Menjalin komunikasi untuk saling berbagi menuangkan
informasi: pengetahuan, peradaban zaman; masa kini atau sekarang, teknologi,
ekonomi, seni, dan budaya. Semua dapat tercipta jika perbedaan diantara kita
tidak menimbulkan sengketa publik, melainkan kedamaian dan keharmonisan antar
umat manusia.
Namun
ironinya yang terjadi pada saat ini ialah semua harapan dan angan-angan itu
hanyalah suatu mimpi belaka. Perpecahan yang marak terjadi dikalangan
masyarakat terus berdatangan. Perasaan dan sikap untuk saling menghargai,
menghormati, tolong-menolong, senasib, setia, dan seperjuangan sekarang telah
hilang. Juga sifat satu rasa yang solider sudah sangat minim sekali dan telah
dilupakan oleh kalangan masyarakat demi kepuasan diri sendiri atas kepentingan
pribadinya. Lalu bagaimana dengan masa depan dunia ini? Dan apa
pertanggungjawaban kita sebagai manusia yang telah dikaruniai akal dan budi?
Hidup Solider di Tengah Masyarakat
Hidup Solider di Tengah Masyarakat
Dalam
kehidupan bermasyarakat kita telah layak dan sepantasnya untuk selalu menjaga
kerukunan antar umat manusia, tidak terkecuali hidup bersolidaritas ditengah masyarakat.
Selain menjaga kedamaian dan ketentraman, solidaritas juga membawa peran
penting dalam perubahan sosial budaya di tengah masyarakat. Perubahan sosial ini
meliputi sikap setiap orang dan kondisi atau situasi pada lingkungan sekitar.
Menciptakan dengan keadaan tersebut merupakan tujuan dan cita-cita dari hidup
solidaritas. Segala macam bentuk perbedaan inilah yang menjadi dorongan bagi
kita semua, untuk mengubah semuanya menjadi indah pada waktunya. Oleh karena
itu, hidup solidaritas sebenarnya harus sudah diterapkan sejak usia dini kepada
generasi-generasi penerus selanjutnya, mengingat pentingnya solidaritas untuk
memperkaya relasi, budaya, dan persatuan di masyarakat.
Secara
umum definisi dari solidaritas merupakan sifat satu rasa (senasib, dan
sebagainya) perasaan setia kawan antar sesama umat manusia. Dari pengertian
tersebut dapat disimpulkan bahwa di dalam dinamika kehidupan sehari-hari,
dengan timbul rasa saling tolong-menolong dan peduli antar sesama dapat menjaga
tali persaudaraan terhadap sesama umat manusia. Selain itu juga terdapat
pokok-pokok yang terkandung dalam nilai solidaritas yaitu: terjaga rasa
persaudaraan terhadap sesama, timbul rasa kepedulian terhadap sesama, lebih
peka terhadap lingkungan sekitar, dan terjalin kekompakan terhadap masyarakat
sekitar. Hidup bersolidaritas pun tidak lepas dari beberapa faktor diantaranya
faktor kesadaran dalam diri, lingkungan dan keluarga. Jika ditinjau dari faktor
kesadaran dalam diri hendaknya ditumbuh dan dikembangkan menjadi suatu
kebiasaan yang positif, bahwa saolidaritas tidak hanya sebatas teori saja
melainkan mempunyai praktik, peranan, dan, tujuan dalam kehidupan setiap
individu. Faktor di lingkungan sekitar juga merupakan peranan yang sangat
penting dan mempengaruhi adanya rasa solidaritas seperti berelasi,
berinteraksi, dan berteman di dalam lingkup masyarakat sekitar kita. Demikian
juga, Faktor keluarga kita dididik sebagaimana yang telah diberikan di dalam
keluarga sejak usia dini dan memberikan dampak positif setelah kita beranjak
dewasa, serta-merta berguna bagi perkembangan di kehidupan pada masa yang akan
datang.
Peradaban informasi di Tengah Masyarakat
Peradaban informasi di Tengah Masyarakat
Perkembangan
teknologi informasi hingga saat ini mengalami perubahan yang signifikan pada
kehidupan masyarakat dalam segala peradaban dan kebudayaannya. Teknologi
informasi sangat mempunyai peran penting bagi masyarakat dalam perihal
sosialisasi dan interaksi. Kemajuan teknologi informasi juga mendorong
masyarakat sekitar untuk masuk dalam era informasi modern, dengan banyaknya
akivitas dari sektor energi, dan sumber daya strategis lainnya. Segala macam
bentuk teknologi masa kini seharusnya, dimanfaatkan hanya sebatas pada pemprosesan
data secara cepat dan otomatis.
Secara
Pengertian, teknologi informasi merupakan istilah umum yang menjelaskan tentang
teknologi, untuk membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, dan
menyebarkan seluruh informasi. Teknologi tersebut menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk
data, suara dan video. Teknologi
informasi juga dapat didefinisikan sebagai perpaduan antara teknologi komputer
dan telekomunikasi dengan teknologi lannya seperti perangkat keras, perangkat
lunak, sistem data dasar, teknologi jaringan, dan peralatan telekomunikasi
lainnya.
Dengan
masuknya berbagai teknologi informasi yang sangat modern tentunya tidak lekang
oleh dampak positif dan negatif dari setiap penggunaannya. Dari dampak
positifnya, kita dapat menerima informasi lebih cepat dan akurat, komunikasi
jarak jauh menjadi sangat cepat dan praktis, memuat wadah yang menyajikan
informasi informasi untuk menambah
wawasan dari setiap individu, adanya jenis jejaring sosial dari
teknologi informasi, dapat dijadikan sebagai lahan informasi untuk mengolah
bidang pendidikan, kebudayaan, bisnis, dan lain sebagainya. Demikian juga jika
ditinjau dari sisi negatifnya, bagi cara pandang kaum fundamental akan sangat
berbeda dengan cara pandang kaum kosmopolitan. Mereka menganggap pesatnya
perkembangan teknologi informasi merupakan salah satu faktor yang dapat
mengakibatkan perbenturan budaya seperti: adanya pelanggaran terhadap hak-hak privasi,
pembajakan lagu dan film, munculnya
budaya plagiatisme, mudahnya informasi dicetak ulang tanpa izin dari pemeberi
informasi atau tanpa menulis sumbernya, dan perubahan sifat sosial manusia
terhadapat interkasi kepada sesama. Kesimpulan pada dampak positif dan negatif,
itu semua tergantung dari setiap kebutuhan, perilaku, dan nilai etika yang dimiliki dari setiap individu manusia. Semua
itu memiliki nilai yang baik akan tetapi, kita sebagai manusia harus mengetahui
batasan dan posisi yang tepat dalam setiap pengunaannya.
Gagasan Tentang Rasionalitas dan Komunikatif Pada Hidup Solider di Era Informasi Bagi Masyarakat
Gagasan Tentang Rasionalitas dan Komunikatif Pada Hidup Solider di Era Informasi Bagi Masyarakat
Dalam
dinamika publik, proses berinteraksi dan bersosialisasi sudah menjadi satu
kesatuan untuk kita lakukan bersama demi terciptanya suatu tatanan informasi
yang muncul lewat dialektika antara satu orang kepada orang lain (masyarakat
luas). Semua itu tidak lain terkandung dalam dalam aspek rasionalitas
komunikatif pada kehidupan masyarakat sekitar. Menurut Jurgen Habermas,
Rasionalitas komunikatif ini sudah ada tertanam di dalam akal budi manusia itu
sendiri dan di dalam proses kemampuan manusia juga, berkomunikasi satu sama
lain akan selalu ada dan tidak mungkin dihilangkan selama manusia itu masih
hidup dan tinggal di dalam muka bumi ini (dunia sekitar). Rasionalitas
komunikatif yang terletak di dalam kemampuan manusia, untuk mencapai sikap
saling pengertian terhadap manusia lainnya, yakni di dalam sebuah bahasa.
Proyek pencerahan sebagai nilai rasionalitas manusia memang membawa dampak
buruk bagi peradaban manusia, tetapi dampak baiknya juga tidak dapat dilupakan
begitu saja. Lewat aktivitas perang tentu saja muncul korban yang semakin
besar, tetapi kemampuan manusia untuk menggunakan akal dan budinya juga
bertambah dan apabila sumber masalah masih tetap ada, disitulah sumber
solusinya. Dengan merumuskan rasionalitas komunikatif bahwa rasionalitas
tersebut menemukan ruang implementasi, yakni di dalam praktik dialog pada
masyarakat untuk mencapai suatu kehidupan yang saling pengertian antar setiap
individu manusia.
Salah
satu tempat yang memiliki peran penting dalam proses penerapan aspek
rasionalitas dan komunikatif yaitu ruang pubik, karena disinilah ruang
demokratis atau wahana diskursus masyarakat untuk menyatakan opini,
kepentingan, dan kebutuhan masyarakat secara diskursif. Mengapa ruang publik? Karena
ruang publik merupakan syarat penting dalam demokrasi, yang mana masyarakat
sekitar dapat dengan bebas menyatakan sikap dan argumentasinya terhadap pihak lain,
tentang kondisi atau situasi yang sedang dialami dalam lingkungan masyarakat.
Ruang publik harus bersifat bebas, transparan dan tidak intervensi pemerintah
atau otonom. Dari ruang publik ini dapat terhimpun kekuatan solidaritas antar
masyarakat lainnya untuk menunjang keharmonisan dalam berinteraksi dan
bersosialisasi di tengah masyarakat umum. Selain itu, Jurgen Habermas juga
melandaskan gagasannya mengenai ruang publik bahwa ruang publik bukan hanya ada
satu, tetapi banyak ruang publik yang ada di tengah masyarakat. Ruang publik
tidak dapat dibatasi, dimana ada masyarakat yang duduk berkumpul bersama dan
berdiskusi dengan tema-tema relevan, maka disitulah hadir ruang publik untuk
masyarakat sekitar.
Paradigma Masyarakat dalam Hidup Solider di Era Informasi
Paradigma Masyarakat dalam Hidup Solider di Era Informasi
Dari
penjelasan mengenai hidup Solidaritas di tengah masyarakat pada era informasi
dapat disimpulkan bahwa, keberagaman dan perbedaan bukanlah halangan bagi kita
semua sebagai masyarakat untuk selalu belajar menghargai, memahami,
menghormati, dan saling menjaga satu sama lain. Inilah potret bagaimana dunia
masa kini yang telah mengalami perubahan dan peradaban zaman di lingkungan
masyarakat sekitar. Memaknai setiap proses langkah kehidupan dengan aspek
rasionalitas dan komunikatif terhadap sesama, adalah salah satu cara sebagai
manusia yang memiliki akal dan budi untuk bersama-sama menciptakan nilai
kerukunan dan keharmonisan pada ruang publik sekitar. Menghindari setiap
perpecahan dan sengketa yang terjadi di dalam masyarakat dengan terus berjuang
mencintai nilai kebenaran dan keadilan sesuai standarisasi dari hakikat yang
dimiliki oleh manusia. Sudah saatnya
kita mengangkat kembali sikap dasar dalam berbangsa: solidaritas yaitu dasar satuan sebuah
bangsa. Hidup solider berarti kita bersedia membangun kehidupan negara atas
kesetiakawanan satu sama lain. Kita hanya maju kalau semua maju, kita tidak
dapat membiarkan golongan apa pun ditinggalkan. Solidaritas bersama dalam
kegembiraan dan bersama memikul yang berat. Oleh karena itu, solidaritas
sekaligus juga mengembangkan keterlibatan pada persatuan nasional dan menunjang
nasionalisme yang sehat dan poistif.
Seiring
berjalannya waktu, ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan salah satu kekuatan
utama yang mewujudkan dunia modern. Ilmu pengetahuan dan teknologi juga
disebutkan sebagai kekuatan produktif utama dalam masyarakat industri maju. Dengan
masuknya teknologi informasi yang begitu cepat dan akurat, menjadi pertanda
bagi kita semua sebagai masyarakat untuk terus menjaga nilai kebudayaan dan
kebersamaan dalam segi berinteraksi dan bersosisalisasi dengan sesama. Dari
berbagai macam bentuk teknologi tersebut, masyarakat harus dapat memanfaatkannya
sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh setiap individu, agar dampak
negatif yang timbul tidak senantiasa mempengaruhi segala aktivitas yang
dilakukan oleh masyarakat umum. Begitu juga dengan ruang publik yang tersedia
di tengah masyarakat, merupakan wadah untuk kalangan masyarakat sebagai tempat
menuangkan segala bentuk macam opini publik, gagasan atau landasan, argumentasi
serta kepentingan–kepentingan lain terkait dengan permasalahan umum pada
masyarakat sekitar yang terjadi di dalam peradaban dunia. Tidak lain halnya
dengan gagasan rasionalisasi masyarakat, sebagaimana selayaknya manusia
menggunakan akal budinya untuk menanggapi dan menampung dari setiap peralihan
masalah untuk menyelesaikannya dengan menyeluruh, pada bagian masyarakat
individu dan massal. Menerima berbagai masukan, saran, dan kritikan demi
tercapainya keselarasan bersama menciptakan keadaan yang nyaman dan tentram di
ruang publik.
Realita
yang tercipta, permasalahan dunia sampai saat ini masih terbelenggu dengan
segala macam bentuk persoalan dan konflik yang belum dapat terselesaikan secara
sempurna. Nilai etika dan ajaran moral nyatanya tidak mempengaruhi dari setiap
bentuk permasalahan yang ada. Munculnya suatu oknum-oknum tertentu juga
memecahkan tali persaudaraan antar sesama manusia, lewat pengaruh-pengaruh yang
dapat membuat permasalahan terus berlanjut hingga sekarang. Pada kekelaman
dunia tersebut, dibutuhkan sosok yang mampu menjaga, mengingatkan serta mendorong
kita semua untuk melawan sisi negatif yang timbul dari perpecahan atau pun
sengketa yang terjadi di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, mari kita
bersama-sama membuat gerakan perubahan dalam diri kita masing-masing untuk
menjaga nilai tatanan solidaritas, keberagaman atau perbedaan, kebudayaan,
ajaran moral, etika publik, serta saling mengingatkan satu sama lain demi
mencapai sebuah tujuan bersama yaitu kedamaian dan ketentraman pada era
informasi di dunia.
Pada
satu sisi, kita sebagai manusia mempunyai nilai-nilai kemanusiaan universal.
Nilai universal tersebut dapat membangun sebuah masyarakat yang di satu pihak
sesuai dengan harkat segenap anggota masyarakat sebagai manusia, dan di lain
pihak sekaligus mempertahankan identitas budaya khas bangsa, kongkretnya,
identitas budaya bangsa setiap negara. Suatu strategi kebudayaan yang
menggabungkan nilai kemanusiaan universal dengan kekhususan kebudayaan bangsa
tertentu sedemikian rupa, sehingga bangsa tersebut tetap dapat mempertahankan
serta mewujudkan identitasnnya sebagaimana layaknya harus dilakukan seturut
pada hakikatnya pada nilai universal dari kemanusiaan. Selain itu, menjadikan
setiap pedoman hidup yang kita miliki untuk lebih bernilai, supaya penerapan
yang terjadi di dalam masyarakat sekitar tidak keliru dengan tujuan awal atau
sebaliknya. Sebuah catatan penting bagi kita semua dalam dinamika peradaban dan
transisi di zaman modern, untuk selalu menahan diri terhadap faktor-faktor luar
agar tidak terjerumus dan terpengaruh dengan permainan gaya mode baru yang
dapat merusak hubungan tali persaudaraan diantara sesama umat manusia. Akan
tetapi, kiranya perlu dipertanyakan kembali arti dari menghargai kebudayaan
pada hidup solider di tengah masyarakat dan menghargai peradaban informasi di
tengah masyarakat. Apakah benar semuanya itu hanyalah keidentikan dari
peradaban dunia saat ini?
Daftar Pustaka:

0 Comments