Lamunan Rindu

 
Jeritan anak kecil memecah kesunyian
Gejolak api asmara menerpa tubuh
Seakan cinta kunjung datang
Tak terbayang orang yang kunantikan tak akan kembali
Bangku penuh saksi
Saksi kau pergi begitu saja
Saksi kau meninggalkan semuanya
Seakan air mata ini tak mampu menahan
Namun, nasib buruk kujalani
Kerinduan yang mendalam
Tak mampu kulupakan
Seakan engkau hadir disini
Duduk dibangku goyang
Kau tersenyum penuh rindu
Tatapan mesra dulu kau ulang
Masa-masa penuh kenangan
Membuat aku teringat saat kau berjanji tak akan pergi semudah itu
Teriakan membuat kau hilang sekejam
entah kemana kau berada

Bisakah waktu terulang lagi?
Ya,waktu penuh kebahagian
Namun, kini semua hanya lamunan belaka
Kenangan-kenangan dulu tak akan terulang kembali
Menantikan orang yang tak akan kembali dihidup ini
Tak ada seorang pun yang mampu menggantikanmu
Dan kini aku hanya bisa merindukanmu Tapi, sekarang hanya lamunan penuh rindu


Putra Fhinist
31 Januari 2016

Post a Comment

0 Comments