Hari
ini hitam dan putih sama saja
menjadi
abu pada titik nadir kehidupan
Merah,
kuning, biru, dan hijau
hanya
pemanis pada tiang bendera
yang
bukan lagi merah dan putih
Atmaku
berdiri menantang paling depan
Berhadapan
dengan pentungan, kematian!
Dan
nyalak senapanmu akan berubah
menjadi
jeritan di hadapanmu
Jika
kau benturkan kami
dengan
ribuan batalyon berseragam
maka
kata-kataku
akan
menjadi pasukan wanara
yang
siap lucuti congkak di kulitmu
Lencanamu,
bukan rencanaku
Tapi
kencana akan kurebut
dari
bejana dan bencana
Indonesia
Raya hanya akan menjadi lagu lama
Kebebasan
hanya akan ada pada kotak suara
dan
Sumpah Pemuda hanya akan menjadi sumpah serapah
bagi
kawula muda yang belum berseragam
Hari
ini hitam dan putih sama saja
yang
hitam bertambah hitam
yang
putih, entah kemana
Yogyakarta, September 2015

0 Comments